Academy

Cara Trading Komoditas Online: Panduan Praktis untuk Trader Baru

February 5, 2026
22 mnt baca

Trader baru sering ragu sebelum membuka live commodity trade pertama mereka.

Banyak pemula langsung lompat ke futures contracts. Itu cara paling sulit untuk mulai.

Commodity CFDs memberi titik masuk yang lebih sederhana, dengan kebutuhan modal lebih rendah dan eksekusi yang lebih mudah.

Panduan ini memandu Anda lewat setup trade gold atau oil secara lengkap: memilih ukuran posisi, menyiapkan margin, dan menempatkan stop-loss.

Jika Anda ingin framework pemula yang lebih luas sebelum menempatkan order pertama, baca panduan lengkap trading komoditas untuk pemula.

Komoditas 101: Apa Itu Komoditas dan Jenis Utamanya

Komoditas adalah bahan baku dan sumber daya alam - metals, energy, crops, livestock - yang diperdagangkan di market global dan digunakan untuk memproduksi barang lain.

Hard commodities diekstrak atau ditambang: metals seperti gold dan copper, energy seperti oil dan natural gas. Soft commodities ditanam atau dibudidayakan: produk pertanian seperti wheat dan coffee, serta livestock seperti cattle.

Perbedaan ini penting karena pendorong harga masing-masing berbeda. Hard commodities bereaksi terhadap permintaan industri dan geopolitik. Soft commodities bereaksi pada cuaca, musim, dan hasil panen. Mengetahui jenis komoditas yang Anda tradingkan membantu Anda tahu sinyal apa yang perlu dipantau.

Hard commodities (metals, energy)

Hard commodities adalah sumber daya alam yang diekstrak dari bumi, termasuk precious metals (gold, silver, platinum) dan produk energy (crude oil, natural gas).

Gold, silver, copper, dan platinum adalah metals yang paling umum ditradingkan.

Gold berperan sebagai safe-haven asset saat market tidak pasti. Saat pasar saham turun, harga gold sering naik karena investor mencari keamanan.

Silver punya dua fungsi: sebagai precious metal sekaligus material industri yang dipakai di elektronik dan panel surya. Copper sangat terkait dengan aktivitas manufaktur global. Platinum lebih langka daripada gold tetapi lebih volatil karena pasokannya terkonsentrasi di Afrika Selatan dan Rusia.

Crude oil (WTI dan Brent), natural gas, heating oil, dan gasoline adalah komoditas energy utama.

WTI (West Texas Intermediate) adalah benchmark AS. Brent crude adalah benchmark global dan biasanya diperdagangkan beberapa dollar lebih tinggi. Harga oil bergerak karena keputusan produksi OPEC, tensi geopolitik di wilayah produsen, dan perubahan permintaan global.

Harga natural gas bersifat musiman. Permintaan naik di musim dingin untuk pemanas dan musim panas untuk pendingin udara. Laporan storage mingguan bisa memicu swing harga yang tajam.

Soft commodities (agriculture, livestock)

Soft commodities adalah produk pertanian yang ditanam atau dibudidayakan, termasuk grains (wheat, corn, soybeans), softs (coffee, sugar, cotton), dan livestock (live cattle, lean hogs).

Komoditas pertanian terbagi menjadi dua kategori: grains dan softs.

Grains mencakup corn, wheat, dan soybeans. Softs mencakup coffee, sugar, cotton, dan cocoa.

Cuaca mendorong sebagian besar swing harga. Kekeringan di Brazil bisa mendorong harga coffee naik tajam. Frost lebih awal di Midwest menekan hasil corn. Pola panen musiman menciptakan pola suplai yang cukup bisa diprediksi, tetapi event iklim menambah volatilitas yang tidak bisa diproyeksikan hanya dari chart.

Live cattle dan lean hogs adalah futures livestock utama.

Harga bergerak oleh tiga faktor: biaya pakan, wabah penyakit, dan permintaan konsumen. Biaya pakan paling penting dipahami trader baru. Corn adalah komponen utama pakan cattle, jadi ketika harga corn naik, livestock futures sering ikut naik.

Kekhawatiran penyakit seperti avian flu atau African swine fever bisa menjatuhkan harga semalam. Tren konsumen bergerak lebih lambat, tetapi tetap penting. Pertumbuhan konsumsi plant-based meat memengaruhi proyeksi permintaan jangka panjang.

Cara Trading Komoditas Online (Futures, Options, CFDs, ETFs)

Empat cara utama trading komoditas online adalah futures contracts, options, CFDs (Contracts for Difference), dan ETFs (Exchange-Traded Funds).

Futures dan options diperdagangkan di bursa teregulasi dengan kontrak standar. Keduanya punya tanggal kedaluwarsa, jadi timing penting. Futures mewajibkan Anda membeli atau menjual. Options memberi hak, bukan kewajiban.

CFDs (Contracts for Difference) memungkinkan Anda berspekulasi pada pergerakan harga tanpa memiliki komoditasnya. Anda trading melalui broker, bukan bursa. Leverage umum digunakan, yang memperbesar profit dan loss.

ETFs bekerja seperti saham biasa. Anda membeli unit yang melacak harga komoditas atau memegang saham perusahaan terkait komoditas. Tidak ada tanggal kedaluwarsa, tidak perlu leverage. Titik masuk paling mudah untuk pemula yang ingin eksposur komoditas tanpa kompleksitas tinggi.

Futures vs options vs CFDs vs ETFs: perbandingan singkat

Futures menawarkan likuiditas tinggi dengan kebutuhan modal besar; options membatasi downside tetapi kompleks karena kedaluwarsa; CFDs memberi ukuran posisi fleksibel dengan leverage; ETFs paling sederhana tetapi tanpa leverage.

Futures adalah kontrak standar untuk membeli atau menjual jumlah tertentu komoditas pada tanggal dan harga tertentu. Ini pilihan paling likuid untuk trading komoditas.

Tantangannya: futures butuh modal signifikan. Kebutuhan margin bervariasi, tapi Anda harus menaruh bagian substansial dari nilai kontrak. Satu crude oil contract mewakili 1,000 barrel. Satu gold contract mewakili 100 ounce.

Anda mendapatkan leverage, tetapi loss bisa melebihi margin awal jika market bergerak melawan posisi Anda.

Options memberi hak, bukan kewajiban, untuk buy atau sell. Loss maksimum Anda terbatas pada premi yang dibayar di awal.

Kelemahannya: pricing options kompleks. Anda perlu memahami "the Greeks" (delta, theta, gamma) untuk tahu bagaimana time decay dan volatilitas memengaruhi posisi.

Options pada commodity futures menambah kompleksitas karena kedaluwarsanya terjadi sebelum kontrak underlying.

Cocok untuk trader yang ingin risiko terdefinisi dan siap dengan kurva belajar.

CFDs memungkinkan Anda berspekulasi pada harga komoditas tanpa memiliki aset apa pun. Tidak ada storage, delivery, atau tanggal kedaluwarsa yang perlu dikelola.

Position sizing fleksibel. Anda bisa trading pecahan kontrak, sehingga CFDs lebih mudah diakses untuk akun kecil. Leverage bawaan berarti kebutuhan modal lebih rendah dibanding futures.

Anda bisa profit baik saat harga naik maupun turun. Namun leverage bekerja dua arah. Loss bisa menumpuk cepat tanpa manajemen risiko yang baik.

ETFs melacak harga komoditas atau memegang saham perusahaan terkait komoditas. Instrumen ini diperdagangkan seperti saham biasa melalui akun broker Anda.

Produk seperti Invesco DB Commodity Index memberi eksposur luas pada banyak komoditas. Tanpa leverage, tanpa margin call, tanpa kontrak kompleks.

Komprominya: return mengikuti indeks, bukan komoditas individual. Anda tidak menangkap upside penuh dari lonjakan satu komoditas tertentu.

Mengapa panduan ini fokus ke commodity CFDs (workflow sederhana untuk trade pertama)

CFDs menawarkan workflow paling sederhana untuk commodity trade pertama: tidak ada tanggal kedaluwarsa, ukuran posisi fleksibel, leverage bawaan, serta kemampuan long atau short dalam satu akun.

Tidak ada tanggal kedaluwarsa yang perlu dipantau. Tidak seperti futures atau options, posisi CFD tetap terbuka sampai Anda menutupnya.

Tidak ada urusan storage atau delivery. Anda trading pergerakan harga, bukan barrel oil fisik atau batangan gold.

Position sizing fleksibel. Anda bisa mulai dari eksposur gold kecil dibanding harus masuk futures contract standar. Tingkatkan ukuran seiring Anda makin nyaman.

Panduan ini membawa Anda lewat satu contoh trade lengkap di gold atau oil. Anda akan melihat cara memilih ukuran posisi, set stop-loss, dan menempatkan take-profit order. Saat sudah nyaman, eksplor strategi trading gold yang teruji atau panduan strategi trading komoditas untuk membangun pendekatan yang bisa diulang.

Lalu kita bahas biaya dalam bahasa sederhana: berapa yang spread ambil dari trade Anda, bagaimana overnight fees terakumulasi, berapa margin yang Anda butuhkan untuk menahan posisi, dan kapan stop-out menutup trade Anda otomatis.

Cara Trading Komoditas Online: Step-by-Step

Trading komoditas online via CFDs melibatkan enam langkah: mempelajari cara kerja commodity markets, memilih platform, mendanai akun, memilih komoditas, menempatkan trade dengan position sizing dan kontrol risiko yang benar, lalu memantau posisi terbuka Anda.

Anda butuh tiga hal: akun trading CFD di broker yang menyediakan commodity markets (gold, oil, natural gas), platform trading seperti MT5 di desktop atau mobile, serta dana yang siap Anda tanggung risikonya.

Trading CFD menggunakan leverage, yang memperbesar profit dan loss. Hanya trading dengan uang yang jika hilang sepenuhnya tidak mengganggu stabilitas finansial Anda.

Pembukaan akun dan verifikasi memakan 1-5 menit tergantung KYC broker. Sebagian broker memverifikasi instan via digital ID checks, sebagian lain butuh satu hari kerja.

Setelah akun terdanai dan setup selesai, menempatkan trade pertama biasanya butuh 2-5 menit.

Ya. Langkah 5 dan 6 mencakup order stop-loss dan take-profit, position sizing berdasarkan toleransi risiko, serta pemantauan margin.

Bagian khusus di bawah menjelaskan spread costs, overnight fees, dan negative balance protection.

Langkah 1: Pahami Cara Kerja Pasar Komoditas

Harga komoditas bergerak berdasarkan supply dan demand. Saat supply turun atau demand naik, harga naik. Saat supply naik atau demand turun, harga turun.

Cuaca memengaruhi komoditas pertanian secara langsung. Kekeringan di Brazil bisa mendorong harga coffee naik dalam beberapa hari. Panen wheat melimpah di Kansas bisa menekan harga grains.

Event geopolitik menyebabkan swing harga mendadak. Perang, pembatasan perdagangan, dan tarif dapat mengganggu supply chain dalam semalam. Harga oil melonjak setelah konflik di Timur Tengah. Ekspor pertanian berubah saat negara menerapkan trade barriers.

Crude oil memberi contoh jelas dinamika supply-demand dalam praktik. Saat EIA melaporkan inventory AS yang lebih rendah, harga biasanya naik. Saat inventory bertambah, harga turun. Trader memantau angka mingguan ini dengan ketat karena perubahan inventory memberi sinyal arah harga jangka pendek.

Setiap sektor komoditas punya laporan kunci yang berbeda:

  • Energy: laporan inventory mingguan EIA menggerakkan harga crude oil dan natural gas. Dirilis setiap Rabu, laporan ini menunjukkan apakah stok AS bertambah atau berkurang.
  • Agriculture: laporan WASDE bulanan USDA (World Agriculture Supply and Demand Estimates) memengaruhi harga crops dan livestock. Laporan ini membahas proyeksi produksi global dan tren konsumsi.
  • Metals: pengumuman bank sentral dan data inflasi menggerakkan gold dan silver. Gold sering bergerak berlawanan dengan US dollar, jadi kekuatan mata uang penting.

Simpan kalender rilis laporan-laporan ini. Volatilitas harga sering melonjak di jam-jam sekitar publikasi.

Langkah 2: Pilih Platform Trading

Pilih broker dengan biaya transparan dan platform yang sesuai cara Anda trading. Biaya menggerus profit di setiap trade. Platform yang tepat membuat eksekusi tetap cepat dan analisis tetap jelas.

Bandingkan spread pada komoditas yang Anda rencanakan untuk ditradingkan. Spread Gold dan Crude Oil berbeda cukup jauh antar broker.

Cek overnight fees (juga disebut swap fees) jika Anda menahan posisi lebih dari satu hari. Biaya ini cepat terakumulasi pada posisi berleverage dan bisa mengubah winning trade menjadi losing trade.

MetaTrader 5 (MT5) adalah standar industri untuk trading CFD. Platform ini tersedia di desktop, web, dan mobile.

Banyak trader memakai platform charting seperti TradingView untuk analisis teknikal, lalu mengeksekusi trade di platform broker. TradingView biasanya menawarkan drawing tools dan opsi indikator lebih banyak dibanding kebanyakan platform broker.

Buka demo account sebelum deposit dana sungguhan. Uji kecepatan eksekusi order, tools chart, dan aplikasi mobile.

Perhatikan slippage saat momen volatil. Demo account sering tereksekusi lebih cepat dari akun live karena tidak ada dampak market nyata. Meski begitu, demo tetap menunjukkan apakah antarmuka cocok dengan gaya trading Anda.

Langkah 3: Buka dan Danai Akun Anda

Setelah memilih broker, membuka akun butuh sekitar 1-5 menit. Prosesnya sederhana: isi aplikasi online, verifikasi identitas, lalu tambah dana.

Anda tidak wajib langsung deposit. Sebagian besar broker membolehkan Anda menyelesaikan verifikasi dulu dan mendanai akun saat siap trading.

Broker mewajibkan verifikasi identitas (KYC) sebelum Anda bisa trading. Anda butuh dua dokumen:

  • ID resmi pemerintah: paspor atau SIM
  • Bukti alamat: tagihan utilitas atau rekening bank yang terbit dalam 3 bulan terakhir

Unggah foto atau scan yang jelas. Gambar buram adalah alasan paling umum verifikasi tertunda.

Tiga metode pendanaan utama yang biasanya tersedia:

  • Transfer bank: butuh 1-3 hari kerja untuk clear. Cocok untuk deposit lebih besar.
  • Kartu kredit/debit: instan atau hari yang sama. Praktis, tapi sebagian broker mengenakan biaya kecil.
  • Crypto: biasanya instan. Cocok jika Anda sudah menggunakan layanan ini.

Cek minimum deposit broker Anda sebelum mendanai akun. Mulai dari nominal yang siap Anda tanggung jika hilang saat fase belajar.

Langkah 4: Pilih Komoditas untuk Ditradingkan

Memilih komoditas dimulai dengan memahami tiga kategori utama: energy, metals, dan agriculture. Lihat daftar lengkap pada halaman trading komoditas. Tiap kategori bergerak berbeda berdasarkan pendorong harga masing-masing, dan pilihan terbaik bergantung pada gaya trading serta toleransi risiko Anda.

Energy commodities seperti crude oil dan natural gas termasuk market paling aktif di dunia. Harga bereaksi cepat terhadap event geopolitik, laporan inventory, dan perubahan demand musiman.

Precious metals seperti gold dan silver berperan sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai inflasi. Gold khususnya merespons perubahan kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi, sering bergerak berlawanan dengan pasar saham.

Agricultural commodities seperti corn, soybeans, dan wheat didorong pola cuaca, hasil panen, serta permintaan ekspor global. Market ini bisa sangat volatil selama musim tanam dan panen.

Untuk trade pertama, prioritaskan likuiditas. Komoditas dengan likuiditas tinggi seperti gold dan crude oil memiliki bid-ask spread yang lebih ketat, artinya biaya transaksi per trade lebih rendah.

Pertimbangkan juga toleransi volatilitas Anda. Metals cenderung bergerak lebih stabil, sedangkan market energy bisa swing tajam saat news rilis. Agricultural berada di tengah, tetapi bisa spike saat gangguan cuaca.

Mulai dari satu komoditas dulu. Pelajari pola harga, range harian tipikal, dan news apa yang paling menggerakkannya sebelum ekspansi ke instrumen lain.

Langkah 5: Tempatkan Trade Pertama Anda

Buka platform trading Anda, pilih komoditas yang ingin ditradingkan, lalu klik "New Order." Anda perlu mengambil tiga keputusan: arah, ukuran, dan level risiko.

Buy (long) jika Anda memperkirakan harga naik. Sell (short) jika Anda memperkirakan harga turun.

CFDs memungkinkan Anda profit dari harga turun tanpa memiliki underlying asset. Jadi short-selling semudah menekan "Sell" alih-alih "Buy".

Ukuran posisi menentukan berapa banyak risiko per trade. Pendekatan umum: risiko maksimal 1-2% dari akun pada satu trade.

Dengan leverage hingga 1:500, margin $200 bisa mengontrol posisi $100,000. Profit diperbesar, tetapi loss juga diperbesar. Mulai kecil sampai Anda paham dampak leverage ke akun.

Set stop loss untuk membatasi downside dan take profit untuk mengunci gain otomatis. Keduanya tetap dieksekusi saat Anda tidak menatap layar.

Contoh Gold CFD: Anda buy gold di $4,900 per ounce. Set stop loss di $4,860 (risiko $40 per ounce) dan take profit di $4,980 (target $80 per ounce). Ini memberi reward-to-risk ratio 2:1 sebelum Anda konfirmasi trade. Untuk walkthrough lebih dalam, lihat panduan cara trading gold.

Biaya & pricing yang perlu dibandingkan (spread, komisi, overnight fees)

Biaya trading terbagi ke tiga kategori: spreads, commissions, dan overnight fees. Memahami masing-masing membantu Anda memperkirakan biaya aktual sebelum membuka akun.

Spread adalah selisih harga buy dan sell. Broker mendapatkan pendapatan dari selisih ini.

Di VantoTrade Standard Account, spread mulai dari 1.4 pips pada currencies dan metals. Indices dan oil tanpa markup. Raw Account menawarkan spread market mulai 0.0 pips, tetapi ada komisi.

Spread rendah paling penting untuk trader berfrekuensi tinggi. Jika Anda membuka 20 trade per hari, selisih 0.5 pips pun akan terasa.

Komisi biasanya ada di akun dengan spread lebih ketat. Broker mengenakan biaya tetap per trade, alih-alih melebarkan spread.

VantoTrade Standard Account mengenakan tanpa komisi pada semua instrumen. Raw Account mengenakan biaya mulai $3.50 per $100,000 traded, tetapi spread turun mendekati nol.

Komprominya: Standard Account lebih mahal di instrumen ber-spread ketat. Raw Account lebih mahal pada posisi kecil karena komisi tetap memotong profit lebih besar. Bandingkan keduanya di halaman tipe akun.

Overnight fees (juga disebut swaps) berlaku saat Anda menahan posisi CFD melewati market close. Biaya ini menutup biaya pendanaan posisi leverage Anda.

Swap rates bisa positif atau negatif tergantung aset dan arah posisi. Posisi long pada sebagian currency pairs bisa dapat swap positif. Pair lain justru membebankan biaya harian.

Cek swap rates sebelum menahan posisi overnight. Day trader menghindari biaya ini dengan menutup posisi sebelum market close.

Risk tools yang harus ada (stop loss, take profit, negative balance protection jika tersedia)

Tiga tools membantu mengelola downside risk pada trade berleverage: stop loss orders, take profit orders, dan negative balance protection (jika tersedia).

Stop loss menutup posisi otomatis pada harga yang ditetapkan untuk membatasi loss jika market bergerak melawan Anda. Set stop loss sebelum entry untuk mendefinisikan loss maksimum sejak awal.

Stop out level 30% di VantoTrade menambah lapisan perlindungan. Jika margin turun ke ambang itu, posisi akan ditutup otomatis. Ini mencegah akun terkuras total saat pergerakan ekstrem.

Take profit order menutup posisi otomatis saat harga mencapai target. Ini membantu mengunci gain tanpa perlu pemantauan layar terus-menerus.

Menggabungkan stop loss dan take profit membuat rentang risk-reward yang terdefinisi untuk setiap trade. Entry, exit, dan maximum loss sudah ditentukan sebelum market bergerak.

Negative balance protection mencegah akun turun di bawah nol. Bahkan saat gap ekstrem, loss tidak bisa melebihi jumlah deposit (jika fitur ini tersedia).

Perlindungan ini paling penting saat event volatilitas tinggi ketika harga bisa meloncat melewati level stop-loss.

Detail market & kontrak (komoditas tersedia, jam trading, ukuran kontrak)

Commodity CFDs mencakup tiga kategori utama: energy (oil, natural gas), metals (gold, silver), dan produk agricultural (corn, coffee). Tiap market punya jam trading dan ukuran kontrak berbeda, jadi cek mana yang cocok dengan jadwal dan ukuran akun Anda sebelum membuka posisi.

Sebagian besar broker mengelompokkan komoditas ke tiga grup:

  • Energy: Crude oil (Brent dan WTI), natural gas, heating oil, gasoline
  • Metals: Gold, silver, copper, platinum
  • Agricultural: Corn, wheat, soybeans, coffee, sugar, cotton

VantoTrade berfokus pada Gold, Silver, dan Oil sebagai commodity CFDs inti. Tiga instrumen ini mencakup market paling aktif tanpa membuat Anda kewalahan dengan puluhan instrumen.

Gold dan oil CFDs umumnya diperdagangkan hampir 24 jam pada hari kerja dengan jeda harian singkat (biasanya sekitar 5-6 PM Eastern). Sebagian broker memberi akses 24/6 untuk komoditas utama.

Ketersediaan jam panjang ini artinya Anda bisa merespons news semalam. Event geopolitik pukul 3 pagi tetap memungkinkan Anda menyesuaikan posisi sebelum market Eropa buka.

Futures contracts punya ukuran tetap. Crude oil futures, misalnya, mewakili 1,000 barrel per kontrak. Ini komitmen besar untuk akun kecil.

CFDs jauh lebih fleksibel. Anda bisa trading standard lots, mini lots, atau micro lots sesuai ukuran akun. Micro lot memungkinkan Anda menguji ide trading tanpa merisikokan modal besar di awal.

Eksekusi & usability (jenis order, aplikasi mobile, chart, demo account)

Order types yang tepat, charting yang andal, dan aplikasi mobile yang solid menentukan apakah Anda bisa mengeksekusi trade cepat saat harga komoditas bergerak. Demo account memungkinkan Anda menguji semuanya sebelum merisikokan uang sungguhan.

Tiga order type ini mencakup mayoritas kebutuhan commodity trading:

Market orders dieksekusi langsung di harga saat ini. Gunakan ini saat Anda perlu entry atau exit cepat, misalnya ketika harga oil spike mendadak.

Limit orders memungkinkan Anda set harga entry atau exit tertentu. Order hanya terisi saat market menyentuh target Anda.

Stop-loss dan take-profit orders menutup posisi otomatis pada level yang ditetapkan. Ini melindungi akun saat Anda tidak bisa memantau layar.

VantoTrade menggunakan MetaTrader 5 (MT5) di desktop dan mobile. Platform ini mencakup indikator bawaan, banyak kerangka waktu, dan dukungan custom indicators.

Anda mendapatkan one-click trading, charting tools lanjutan, dan automated trading via Expert Advisors. MT5 juga mendukung tipe akun hedging dan netting.

MT5 cukup kuat untuk analisis teknikal, tetapi banyak trader ritel memasangkannya dengan TradingView untuk charting yang lebih advanced. Anda bisa analisis di TradingView lalu eksekusi di platform broker untuk reliabilitas order lebih baik.

Demo account memungkinkan Anda latihan dengan dana virtual sebelum memakai uang sungguhan. Anda bisa menguji eksekusi order, mencoba setup chart berbeda, dan belajar platform tanpa konsekuensi finansial.

Sebagian besar CFD broker menyediakan demo account gratis. Cek apakah demo memakai live market data dan apakah ada batas waktu akses.

Langkah 6: Pantau dan Kelola Posisi Anda

Manajemen posisi dimulai sejak trade Anda aktif. Buka Positions panel di MetaTrader 5 untuk melihat P&L berjalan, penggunaan margin, dan posisi terbuka secara real-time.

MT5 menampilkan profit dan loss Anda di Positions tab. Anda melihat unrealized P&L yang bergerak live mengikuti market, plus level margin dalam bentuk persentase.

Pendekatan umum adalah menggeser stop-loss ke breakeven setelah trade bergerak cukup jauh sesuai arah Anda. Ini menghapus risiko dari posisi sambil memberi ruang pada profit. Untuk posisi multi-hari, lihat panduan swing trading gold.

Trader lain menggeser stop secara bertahap untuk mengunci partial gain seiring trade berkembang. Kuncinya adalah punya aturan dan menaatinya, bukan menyesuaikan karena emosi.

Stop out level adalah 30%. Posisi akan ditutup otomatis saat margin turun ke ambang ini. Ini melindungi Anda agar tidak kehilangan lebih dari dana deposit.

Posisi yang bergerak melawan Anda butuh keputusan cepat: tambah margin untuk mempertahankan posisi, kurangi ukuran posisi, atau tutup trade sepenuhnya. Menunggu sambil berharap biasanya tidak berhasil.

Biaya dan Risiko Trading Komoditas

Biaya Trading yang Perlu Diharapkan

Biaya commodity CFD meliputi spread (selisih harga buy-sell), overnight financing fees untuk posisi yang ditahan melewati market close, dan kadang komisi.

Spread adalah selisih antara harga buy dan sell. Setiap trade dimulai dengan sedikit loss sebesar gap ini.

Spread bervariasi per komoditas. Gold dan oil biasanya punya spread lebih ketat daripada komoditas agricultural seperti wheat atau coffee.

Overnight financing fees berlaku saat posisi CFD ditahan melewati market close. Biaya ini terakumulasi harian, sehingga CFD cenderung lebih cocok untuk trade jangka pendek.

Menahan posisi berminggu-minggu atau berbulan-bulan berarti membayar biaya pendanaan setiap hari. Masukkan ini ke perhitungan jika trade diperkirakan bertahan lebih dari beberapa hari.

Sebagian CFD broker mengiklankan tanpa komisi tetapi mengganti dengan spread lebih lebar. Sebagian lain mengenakan komisi tetap dengan spread lebih ketat.

Bandingkan total biaya trading, bukan hanya satu jenis biaya. Platform "tanpa komisi" dengan spread lebar bisa lebih mahal dibanding broker yang mengenakan $5 per trade tapi spread ketat.

Mengelola Risiko dengan Leverage dan Margin

Leverage memungkinkan Anda mengontrol posisi lebih besar dengan modal lebih kecil, tetapi memperbesar profit dan loss - margin adalah deposit yang dibutuhkan untuk membuka dan mempertahankan posisi berleverage.

Dengan leverage 10:1, pergerakan harga 5% menghasilkan perubahan 50% pada margin Anda. Profit berlipat. Loss juga.

Inilah mengapa regulator mewajibkan disclosure risiko. Leverage tidak mengubah probabilitas Anda benar. Leverage mengubah besarnya hasil saat Anda benar atau salah.

Margin call terjadi saat loss menurunkan akun di bawah maintenance margin level. Anda perlu menambah dana atau menutup posisi.

Stop-out lebih serius. Saat equity turun ke ambang kritis, platform menutup posisi otomatis untuk mencegah loss lebih lanjut. Ini bisa terjadi pada market yang bergerak cepat sebelum Anda sempat bereaksi.

Stop loss orders menutup posisi otomatis pada harga tertentu untuk membatasi loss potensial. Menetapkan ini sebelum entry menghilangkan emosi dari keputusan exit.

Negative balance protection (jika tersedia) mencegah akun turun di bawah nol saat volatilitas ekstrem. Tidak semua broker menyediakannya, jadi cek sebelum membuka akun.

VantoTrade menawarkan opsi leverage fleksibel serta manajemen risiko tools di platform MT5.

Anda bisa menyesuaikan leverage berdasarkan toleransi risiko dan strategi trading. Leverage lebih tinggi berarti eksposur lebih besar dengan modal lebih kecil, tetapi loss juga makin besar.

Stop-loss orders dan take-profit levels tersedia langsung di MT5. Set ini sebelum entry, bukan sesudahnya. Banyak akun hancur karena melewati langkah ini.

Kebutuhan margin berbeda per instrumen. Cek persentase margin spesifik tiap aset di terminal MT5 sebelum membuka posisi.

Apa yang Menggerakkan Harga Komoditas?

Harga komoditas didorong oleh dinamika supply-demand, faktor makroekonomi seperti suku bunga dan inflasi, serta supply shocks dari event geopolitik atau cuaca.

Produksi komoditas tidak bisa ditingkatkan cepat. Tambang copper baru bisa memakan waktu 7-10 tahun dari eksplorasi hingga output penuh. Komoditas agricultural bergantung musim tanam, sehingga petani biasanya hanya bisa menyesuaikan supply setahun sekali.

Keterlambatan ini menciptakan volatilitas harga. Saat demand melonjak, supply tidak bisa mengejar selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Level inventory memberi sinyal arah berikutnya: stok rendah berarti kelangkaan dan harga cenderung naik, sedangkan oversupply menekan harga.

Inflasi, suku bunga, dan siklus ekonomi semuanya menggerakkan harga komoditas. Gold adalah lindung nilai inflasi klasik: saat mata uang kehilangan daya beli, investor memindahkan modal ke hard assets yang menjaga nilai.

Perlambatan ekonomi menurunkan demand untuk komoditas industri seperti oil dan copper. Periode pemulihan membalik pola ini. Keputusan suku bunga bank sentral juga penting: suku bunga lebih tinggi menguatkan dollar, yang biasanya menekan harga komoditas (karena mayoritas diperdagangkan dalam USD).

Event geopolitik memicu reaksi harga instan. Harga oil melonjak 25% pada minggu-minggu setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 karena market mem-price-in gangguan supply dari wilayah produsen besar.

Cuaca menciptakan swing yang bisa diprediksi sekaligus tidak terduga. Musim dingin meningkatkan demand natural gas untuk pemanas. Kekeringan di Brazil, yang memproduksi 30% coffee global, bisa merusak hasil panen dan mendorong harga melonjak dalam beberapa minggu.

Apa yang Harus Dicari dari Platform Commodity Trading

Cari platform yang mencakup: pricing kompetitif (spreads dan overnight fees), risk controls bawaan (stop loss, take profit), pilihan komoditas yang luas dengan spesifikasi kontrak jelas, serta eksekusi andal dengan akses mobile. Untuk perbandingan detail, lihat panduan platform terbaik untuk investasi gold.

Spreads dan overnight fees menggerus profit lebih cepat daripada komisi. Spread ketat pada gold CFDs menurunkan biaya per trade dibanding broker dengan spread lebih lebar.

VantoTrade mempublikasikan informasi spread untuk gold, silver, dan oil CFDs secara terbuka. Cek halaman spesifikasi kontrak sebelum membuka akun.

Tiga risk tools paling penting untuk posisi komoditas berleverage:

  • Stop loss orders menutup posisi otomatis saat harga bergerak melawan Anda
  • Take profit orders mengunci gain di harga target
  • Negative balance protection (jika tersedia) mencegah loss melebihi deposit

Pastikan ketiganya tersedia sebelum Anda mendanai akun. Sebagian platform membatasi fitur tertentu tergantung region atau tipe akun.

Cari charting lanjutan dengan kerangka waktu yang bisa dikustomisasi dan indikator teknikal. Antarmuka harus nyaman karena akan Anda gunakan setiap hari.

Banyak trader ritel memakai pendekatan dua platform: software charting seperti TradingView untuk analisis, dipasangkan dengan platform broker untuk eksekusi. Ini menggabungkan visualisasi lebih baik dengan order fill yang lebih andal.

VantoTrade mendukung MT5 di desktop, web, dan mobile. Demo account mereka memungkinkan Anda menguji kecepatan eksekusi dan antarmuka sebelum commit dana sungguhan.

Trading Gold, Oil, dan Lainnya dengan VantoTrade

VantoTrade adalah broker CFD yang menawarkan trading gold, silver, dan oil via MT5, dengan spread mulai 0.0 pips serta opsi tanpa komisi.

VantoTrade memungkinkan Anda trading gold, silver, dan oil CFDs lewat MT5 di perangkat apa pun. Anda mendapatkan spread kompetitif, negative balance protection, serta manajemen risiko tools yang dibahas sepanjang panduan ini.

Mulai dari demo account untuk latihan trading komoditas sebelum commit modal sungguhan. Tanpa biaya, tanpa tekanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Trading Komoditas Online

Berapa modal yang dibutuhkan untuk mulai trading komoditas?

Memulai trading komoditas online via CFDs biasanya butuh modal awal $100 sampai $1,000, tergantung minimum deposit broker.

Besaran modal minimum bergantung pada syarat deposit broker dan leverage yang Anda pakai. Sebagian besar CFD broker meminta $100-$500 untuk membuka akun, tetapi leverage menentukan seberapa besar posisi yang bisa Anda kontrol dari deposit tersebut. Untuk gold secara khusus, Anda bisa mulai dari $25 - lihat panduan cara investasi gold dengan modal kecil.

VantoTrade menawarkan commodity CFDs via MT5 dengan spread Standard Account mulai 1.4 pips pada gold dan oil. Stop out level 30% memberi Anda ruang margin lebih besar pada market volatil dibanding broker dengan stop out 50%.

Dengan leverage maksimum 1:500 di VantoTrade, $100 bisa mengontrol posisi gold senilai $50,000. Dengan leverage lebih konservatif 1:100, $100 yang sama mengontrol komoditas senilai $10,000.

Siapkan anggaran untuk spread tiap trade plus overnight fees jika menahan posisi melewati market close. Memulai dari $200-$500 biasanya memberi margin cukup untuk menahan swing harga normal tanpa memicu stop-out.

Bagikan artikel ini
Siap mulai trading?

Siap untuk trading?

Bergabunglah dengan komunitas trader global yang terus berkembang dan mempercayai VantoTrade sebagai pilihan utama mereka. Rasakan perbedaannya - trading bersama yang terbaik.

Broker Tepercaya
Verifikasi Instan
Dukungan 24/7

Peringatan Risiko

Trading derivatif over-the-counter (OTC) melibatkan penggunaan leverage, yang dapat meningkatkan secara signifikan potensi profit maupun potensi loss. Produk ini memiliki tingkat risiko tinggi dan mungkin tidak cocok untuk setiap investor. Anda dapat kehilangan lebih dari deposit awal, karena Anda tidak memiliki kepemilikan atau hak apa pun atas aset dasar. Selalu trading secara bertanggung jawab dan hanya dengan dana yang siap Anda tanggung jika rugi.